Remaja adalah masa yang sangat indah dan bisa menjadi masa
yang sangat menyakitkan bagi setiap insan. Secara ilmu biologi, masa remaja
adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa ini dapat dikatakan
masa yang terindah karena inilah masa dimana seseorang bisa merasakan indahnya
cinta, tapi banyak juga yang merasakan pahitnya cinta. Hampir semua remaja
sekarang telah mengenal istilah pacaran dan tidak sedikit diantara mereka juga
sudah memiliki pasangan masing-masing. Diera modern ini, kebanyakan remaja
merasa gaul, merasa keren jika memiliki pacar. Meskipun ia ganteng akan tetapi
jika tidak memiliki pacar akan dikatakan tidak gaul dengan teman-temannya.
Sebetulnya pacaran itu darimana ? kenapa bisa istilah ini
kita kenal dalam kehidupan sehari-hari kita.
Kalau kita melihat kata dasar dari pacaran itu adalah pacar. Pacar dalam
bahasa Indonesia merupakan nama tanaman berbunga yang tidak memiliki nilai jual,
mungkin seperti itu jualah makna yang tersimpan dari kata pacaran itu.
Nah sekarang hal yang menarik perhatian dalam hal pacaran
adalah masalah cara menjalani hubungan tersebut. Kalau kita ingin
mengkategorikan hal tersebut akan muncul dua kata yaitu terang-terangan dan
sembunyi-sembunyi. Kalau kita melihat dalam kehidupan sehari-hari terutama
dalam lingkup kota, kebanyakan dari remaja-remaja yang sudah menyandang status
pacaran secara terang-terangan menunjukkan kepada khalayak kalau mereka
mempunyai hubungan pacaran, tapi ada juga pasangan yang memutuskan untuk
pacaran secara sembunyi-sembunyi dalam hal ini “sembunyi-sembuyi “ dalam artian
mencari tempat sempit, gelap dan sepi. Ini merupaka tempat yang dicari sebagian
besar pasangan-pasangan remaja yang sedang dimabuk cinta. Kalau pertanyaannya
sekarang adalah manakah yang berbahaya yang terang-terangan atau yang
sembunyi-sembunyi ? sampai-sampai seorang guru kimi dari SMA Negeri 3 Sengkang
yang sedang bercanda dengan para siswanya sempat melontarkan kata “sedangkan di
depan umum seperti itu, apalagi di belakang umum ?” namun apapun itu, pacaran
adalah hal yang mempunyai dampak negatif yang lebih banyak dari dampak
negatifnya. Yakin dan percaya kalau kita semua tahu akan hal itu tapi memang
benar kata pujangga kalau cinta itu membutakan segalanya. Maka dari itu, Jadilah
jomblo yang elegan kata Pak Mario Teguh.

0 komentar:
Posting Komentar