Sabtu, 02 November 2013

Guru ? Mengajar atau Mendidik

Pengajar dan Pendidik jika dilihat dari makna dasar bisa diartikan sama, tapi jika kita ingin menelaah makna yang lebih mendalam yang terkandung dalam dua kata ini sebetulnya sangat berbeda. Dari segi pengertian. Menurut KBBI, mengajar berarti memberi pelajaran sedangkan kata pendidik memiliki makna memelihara dan member latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Jika dua kata tersebut dihubungkan denga profesi sebagai seorang guru, maka pertanyaan yang bisa muncul adalah “Guru, mengajar atau mendidik ?” pertanyaan ini tidaklah membutuhkan jawaban mengajar atau mendidik, tapi jawaban ini bisa kita lihat pada kenyataan sekarang ini, teringat dengan sebuah lagu yang liriknya mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, masih pantaskah kita mengatakan hal tersebut ?.

Jika kita ingin kembali membuka buku sejarah, sebuah toko nasionalis yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 yang setiap tahunnya kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional yang rela mengorbankan apapun demi memajukan pendidikan di Indonesia pada masa itu. Masihkah ada sosok Ki Hajar sekarang ini ?. Kita lihat berita-berita di TV, semakin banyak oknum guru yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh orang yang berpendidikan. Mulai dari kekerasan, hingga sampai ke pencabulan tidak henti-hentinya diberitakan di TV, selalu saja ada kasus yang seperti itu.

Kalau memang guru adalah seorang pengajar, lantas apa yang diajarkan kepada siswanya, diaajarkan untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang siswa inginkan ?, bahkan kasus menghebohkan yang baru-baru ini  di TV yaitu seorang siswi yang rela menyerahkan keperawanannya kepada seorang guru demi untuk mendapatkan nilai ujian yang bagus. Apakah orang yang seperti ini masih pantas dikatakan sebagai seorang guru, bukankah itu adalah perusak moral bangsa Indoesia yang nyata ?.


Bayangkan jika sosok yang seperti ini terus ada di dalam bangsa kita ini, mungkin sebagian dari kita tidak menyadari akan pengaruh seorang guru terhadap bangsa kita ini. Hampir semua manusia di dunia ini adalah hasil didikan guru, bagaimana nanti dia kedepannya itu sangat tergantung dengan apa yang guru tanamkan semenjak dia jadi seorang siswa. Jika kita tidak bisa menghilangkan yang seperti itu, maka yakinlah bahwa Negara yang akan terbentuk di kemudian hari akan dipimpin oleh orang-orang yang tidak bermoral. Lama-lama kelamaan harta bangsa kita akan habis di korup oleh pejabat-pejabat Negara. Yang miskin semakin menderita dan yang kaya semakin sejahtera. Begitu mengecewakan “guru” sekarang ini….
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer
TOP