Pengajar dan Pendidik jika dilihat dari makna dasar bisa
diartikan sama, tapi jika kita ingin menelaah makna yang lebih mendalam yang
terkandung dalam dua kata ini sebetulnya sangat berbeda. Dari segi pengertian. Menurut
KBBI, mengajar berarti memberi pelajaran sedangkan kata pendidik memiliki makna
memelihara dan member latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan
kecerdasan pikiran.
Jika dua kata tersebut dihubungkan denga profesi sebagai
seorang guru, maka pertanyaan yang bisa muncul adalah “Guru, mengajar atau mendidik
?” pertanyaan ini tidaklah membutuhkan jawaban mengajar atau mendidik, tapi
jawaban ini bisa kita lihat pada kenyataan sekarang ini, teringat dengan sebuah
lagu yang liriknya mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,
masih pantaskah kita mengatakan hal tersebut ?.
Jika kita ingin kembali membuka buku sejarah, sebuah toko nasionalis
yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 yang setiap tahunnya kita peringati sebagai
Hari Pendidikan Nasional yang rela mengorbankan apapun demi memajukan
pendidikan di Indonesia pada masa itu. Masihkah ada sosok Ki Hajar sekarang ini
?. Kita lihat berita-berita di TV, semakin banyak oknum guru yang melakukan
tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh orang yang berpendidikan.
Mulai dari kekerasan, hingga sampai ke pencabulan tidak henti-hentinya
diberitakan di TV, selalu saja ada kasus yang seperti itu.
Kalau memang guru adalah seorang pengajar, lantas apa yang
diajarkan kepada siswanya, diaajarkan untuk menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan apa yang siswa inginkan ?, bahkan kasus menghebohkan yang baru-baru
ini di TV yaitu seorang siswi yang rela
menyerahkan keperawanannya kepada seorang guru demi untuk mendapatkan nilai
ujian yang bagus. Apakah orang yang seperti ini masih pantas dikatakan sebagai
seorang guru, bukankah itu adalah perusak moral bangsa Indoesia yang nyata ?.
Bayangkan jika sosok yang seperti ini terus ada di dalam
bangsa kita ini, mungkin sebagian dari kita tidak menyadari akan pengaruh
seorang guru terhadap bangsa kita ini. Hampir semua manusia di dunia ini adalah
hasil didikan guru, bagaimana nanti dia kedepannya itu sangat tergantung dengan
apa yang guru tanamkan semenjak dia jadi seorang siswa. Jika kita tidak bisa
menghilangkan yang seperti itu, maka yakinlah bahwa Negara yang akan terbentuk
di kemudian hari akan dipimpin oleh orang-orang yang tidak bermoral. Lama-lama
kelamaan harta bangsa kita akan habis di korup oleh pejabat-pejabat Negara. Yang
miskin semakin menderita dan yang kaya semakin sejahtera. Begitu mengecewakan “guru”
sekarang ini….

0 komentar:
Posting Komentar